Hari telah menjelang ditempatku, sayang...Bintang telah berkelipkelip bersama gugusan warnawarni cahaya. Berpendar indah dalam keremangan. Tiba saatnya diriku berada diperaduan hangat dalam angkasa. Namun, sebelum aku pamit larut dalam mimpi bersamamu. Sekali lagi aku terangi hatimu dengan bait suci.
Bulan menyapa dengan ramah diatas sana, tersenyum memandang kita. Walaupun berbeda suasana dan tempat, seperti yang pernah kau ungkapkan bahwa rasa kita tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Melainkan menjadikan Awan dan Bumi sebagai dasar dan rasa...
Kau pernah bilang bahwa jika kupandang hamparan langit luas, maka aku kan melihat kerinduanmu disana. Dan jika kupejamkan mata ini niscaya kurasakan betapa merindunya dirimu akan ku... Terimakasih atas bahasamu....niatmu tersampaikan dalam hati penuh cinta...
Cinta,
-Hening-
Pola pikir dasar yang menstruktur seluruh bangunan pemikiran.Berpikir karena kita berakal.Dan berhenti hanya saat kita mati.
Tampilkan postingan dengan label blog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label blog. Tampilkan semua postingan
Kamis, 12 Agustus 2010
Senin, 31 Mei 2010
Orang-orang yang ditinggal pergi . . .
BJ Habibie yang penemu teori Retakan Habibie, salah seorang manusia tercerdas di planet bumi, wakil presiden, yang akhirnya menjadi salah satu presiden negeri ini, ternyata adalah lelaki tua biasa ketika istrinya tiada. Ia tampak sebagai sosok pria sepuh yang rapuh dan terguncang. Bukti lama itu muncul kembali, bahwa peran akal gugur, ketika cinta sedang memegang kendali.
Saya takjub pada peragaan cinta seperti ini. Walau secara akal, tokoh ini telah berjalan amat jauh, cinta itu terus mengikuti. Sepanjang-panjang keilmuwan Habibie berjalan, sepanjang karier dan kekuasaan itu menjulang, cinta itu lekat dalam genggaman. Sementara betapa banyak pejalan pendek, perkawinan pendek, yang gagal menyemai cinta semacam ini. Sudah pendek prestasi, gagal lagi. Ada yang kawin, sejenak kemudian, sudah sibuk menggebuki istri, rebutan anak, dan bertengkar di pengadilan untuk menghitung harta gana-gini. Maka guncangan Habibie itu bagi saya setara dengan temuan teorinya, Retakan Habibie, ia terasa sebagai keteladanan.
Langganan:
Postingan (Atom)